Tips Mendesain Model 3D Ketika Hendak Di Print


Saat rubrik Trik kali ini, kami akan menyampaikan lima tips atau cara dalam merancang model tampak 3D sebelum dicetak beserta printer 3D. Perlu tersua bahwa di dalam industri 3D Printing, disain memiliki peranan yang benar penting. Untuk mendapatkan hasil yang bagus maka mesti berawal dari desain yang baik lagi.

Ada kurang lebih hal yang perlu diketahui dan dipahami oleh getah perca desainer / 3D modeler dalam merancang model 3D, yaitu:

1. Tentukan urusan dari design yang kalian kerjakan.

Desainer atau 3D modeler yang baik kudu mampu mengetahui tujuan daripada desain ataupun model yang akan dicetak. Apakah rancangan 3D yang didesain menghendaki untuk tujuan industri / hanya dikenakan untuk tujuan personal.

jasa 3d Printing dua. Perhatikan software desain yang digunakan.

Tersedia banyak software yang siap kita manfaatkan untuk menciptakan desain visual model 3D. Diantara software yang popular adalah AutoCAD, Autodesk 3D Max, Blender, Solidworks, ZBrush, dan Sketchup. Kita perlu memperhatikan apakah software yang kita gunakan bersifat teguh, mesh, CSG atau face. Pastikan kalian memahami secara baik privat dari software yang digunakan agar rancangan yang dikerjakan berhasil tertinggi.

3. Lihat ketebalan tembok (wall thickness), distorsi, segi, dan akurasi/detail desain atau model 3D.

Dalam mendesain atau menciptakan model 3D harus diperhatikan akurasi/detail, penyimpangan, dimensi, & ketebalan permukaan/dinding. Karena tidak semua macam printer 3D mampu mencipta model 3D sesuai dengan keinginan aku. Pada biasanya, ketebalan minimum untuk benteng model 3D yaitu 1 milimeter. Berbeda dengan untuk penyimpangan model 3D yang akan dicetak, suntuk berkisar rumpang 0. dua milimeter untuk resolusi 100 & 200 micron dan 0. 4 milimeter untuk resolusi 400 micron.

Selain itu, aku juga pantas mengetahui apakah model 3D yang aku desain mencita-citakan support / penyangga. Support tersebut hendak dibutuhkan bila model 3D memiliki tepas kemiringan > 45°. Tapi perlu diperhatikan, tidak seluruh jenis printer 3D memerlukan support ataupun penyangga dalam mencetak desain 3D-nya. Saat umumnya, support dibutuhkan bila kita memakai printer 3D yang menggunakan material atas plastik, laksana ABS. Berikut adalah rupa gambar model 3D yang membutuhkan support atau penyangga,

4. Pahami kemampuan printer 3D yang kita manfaatkan.

Mengapa kita harus mengerti kemampuan printer 3D yang kita gunakan? Karena pada setiap printer 3D mempunyai kesangkilan dan spesifikasi yang berbeda-beda. Begitu juga dengan material yang digunakan untuk mencetak desain 3D yang sudah kita kerjakan. Tujuannya agar desain 3D yang sudah kita desain siap dicetak beserta hasil yang maksimal.

5. Buat standar format file untuk 3D Printing

Untuk mencetak model 3D yang sudah didesain, kalian harus melaksanakan export file ke di format STL (Stereo Litho Graphy). STL merupakan macam file status yang dimanfaatkan dalam reaksi mencetak beserta printer 3D.

Setelah kalian mengetahui sejumlah tips mengenai mendesain rancangan 3D dalam industri 3D printing, diharapakan kita siap meminimalisir kekhilafan dalam metode mencetak dengan printer 3D. Selain itu, kita dapat mendapatkan impak cetakan yang maksimal serasi dengan impian kita. Happy Printing!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *